Archives

gravatar

kenapa minum soda Bikin Gemuk?


Jakarta, Banyak dokter dan kalangan medis mengingatkan bahwa minum minuman bersoda atau soft drink bisa menaikkan berat badan dan membuat orang gemuk. Mengapa demikian?

Minum soda sesekali saja memang tidak masalah, namun yang terjadi efek kecanduan pada soda membuat orang ketagihan meminumnya hingga akhirnya dampak buruk yang didapatkan. Orang yang sudah kecanduan hampir tiap hari minum soda bahkan sehari bisa beberapa kali.

Hal ini karena soda mengandung kadar gula yang tinggi. Gula membuat orang merasa baik karena secara instan memberi energi dan membuat tubuh melepaskan serotonin (neurotransmitter yang meningkatkan suasana hati sehingga membuat orang merasa bahagia). Itulah mengapa minum soda membuat orang kecanduan, seperti dilansir Healthmad, Sabtu (19/3/2011).

Jadi tidak heran jika kebanyakan penyuka soda akan mengalami kenaikan berat badan dan cenderung obesitas (kegemukan).

Peneliti di University of Texas menemukan bahwa soda meningkatkan risiko obesitas rata-rata 32,8 persen, sedangkan diet coke (soda bebas gula) justru meningkatkan risiko hingga 54,5. Maka soda bebas gula tak selalu sehat.

Sebagian besar minuman soda mengandung 250 kalori per 600 ml. Tak ada kandungan nutrisi atau mineral di dalamnya, melainkan hanya gula dan kafein.

Selain itu, minuman bersoda sendiri telah memainkan peran terhadap perkembangan hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dan hiperinsulemia (kadar insulin dalam darah melebihi jumlah normal).

Insulin ini dihasilkan oleh pankreas untuk membantu mengatur kadar gula darah. Kandungan gula yang tinggi dalam minuman soda mempengaruhi kadar insulin, sehingga orang yang suka minum soda juga memiliki risiko tinggi menderita diabetes tipe 2 (karena gaya hidup).

Tak hanya meningkatkan gula darah dan menyebabkan kegemukan, orang yang suka minum soda juga lebih berisiko mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang terutama saat usianya semakin bertambah tua. Meskipun hampir sebagian besar orang sudah tahu, tapi banyak yang belum menyadari. Mengonsumsi minuman soda bisa mempercepat datangnya suatu penyakit.

Kandungan asam fosfor dalam minuman soda yang menimbulkan sensasi kesegaran atau gelembung-gelembung udara ternyata dapat mengerogoti tulang. Jika minuman soda terus menerus dikonsumsi, maka semakin lama tulang akan makin rapuh dan berbentuk seperti pori-pori yang bolong-bolong.

Selain bisa membuat tulang menjadi rapuh, konsumsi minuman soda juga dapat melemahkan otot serta tulang. Hal ini berdasarkan dari hasil penelitian yang dilaporkan dalam International Journal of Clinical Practice.

Minuman soda yang dikonsumsi secara terus menerus juga bisa menimbulkan risiko kesehatan lain seperti merusak gigi akibat kandungan asam fosfor dan gula, memberikan efek dari kafein yang dikandung seperti insomnia, tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak beraturan.

















smbr
»»  READMORE...
gravatar

Yang Seharusnya Diketahui Sebelum Menikah


Jakarta - Kehidupan pernikahan yang sudah dibayangkan, ternyata tak seindah kenyataannya. Hal tersebut dirasakan beberapa orang, mungkin termasuk Anda. Untuk yang akan menikah, berikut ini lima hal yang perlu diketahui agar tak menyesal kemudian, seperti dilansir Family Time.

1. Anda dan pasangan adalah orang-orang egois

Mungkin sulit bagi Anda menerima kenyataan di poin nomer satu, namun itulah yang terjadi. Saat sudah menikah, Anda akan terkaget-kaget betapa sebenarnya si dia bisa berubah egois atau sebaliknya. Lebih baik tunjukkan sifat egois yang kadang muncul itu sejak sebelum menikah dan komunikasikan dengan pasangan bagaimana mengatasi hal tersebut.

2. Tidak semuanya tentang Anda

Pernikahan bukan hanya untuk kebahagaiaan Anda. Bukan juga hanya karena kebutuhan Anda terpenuhi. Menikah adalah bagaimana Anda dan pasangan melayani satu sama lain. Menikah adalah bagaimana Anda dan si dia menjadi sebuah keluarga. Ketika memutuskan menjadi sepasang suami-istri, Anda dan pasangan berkomitmen untuk terus saling mencintai dan menyayangi dalam suka maupun duka. Terdengar klise, tapi memang begitulah adanya. Menerima keburukan dan kelebihan pasangan begitu juga sebaliknya. Harus ada kerjasama dan komunikasi yang baik untuk mewujudkan sebuah pernikahan bahagia.

3. Orang yang paling Anda cintai bisa jadi orang yang paling membuat sakit hati
Poin ketiga ini adalah risiko yang harus Anda terima saat sudah menikah. Tersakiti di sini bukan berarti Anda menerima saat dia melakukan KDRT. Maksud poin ketiga adalah, ketika seseorang yang Anda cintai melakukan sesuatu yang membuat Anda sedih, tentu hal itu membuat Anda sakit hati dan merana.

Jika hal itu terjadi, bukan berarti Anda tidak cocok dengannya. Komunikasikan dulu dan carilah solusi dari masalah yang terjadi.

4. Anda tidak bisa melakukannya sendiri

Sebuah pernikahan, tidak bisa dipertahankan sendiri. Harus ada kerjasama dengan pasangan untuk membuat pernikahan itu berhasil. Jika ternyata hanya satu orang saja yang berusaha, bersiaplah menghadapi keretakan rumah tangga.

5. Jangan berhenti menikmati kebersamaan berdua

Ketika belum menikah, Anda rutin pergi berduaan saja dengan pasangan. Saat sudah menjadi pasangan suami-istri, kebiasaan itu jarang dilakukan atau bahkan tidak ada sama sekali.

Tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk melakukan poin kelima ini. Anda bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja, seperti makan bersama, nonton film favorit, atau menikmati obrolan yang jadi rahasia Anda dan si dia. Nikmati semua hal kecil yang ada dalam hidup bersama si dia.


















»»  READMORE...
gravatar

Kopi Bisa Kurangi Risiko Stroke Pada Wanita


Jakarta - Tidak hanya pria, wanita pun seringkali mengonsumsi kopi untuk melawan rasa kantuk atau mengatasi stres di tempat kerja. Tahukah Anda bahwa kopi ternyata bisa mengurangi risiko terkena serangan stroke pada wanita?

Seperti yang dikutip dari Times of India, sebuah penelitian oleh ilmuwan asal Swedia mengungkapkan bahwa wanita yang meminum satu hingga lima cangkir kopi dapat terhindar dari serangan stroke sebesar 22-25 persen, dibandingkan dengan wanita yang sama sekali tidak mengonsumsi kopi.

Penelitian tersebut melibatkan responden 34.670 wanita Swedia berusia 49 hingga 83 tahun. Para responden diperiksa catatan kesehatannya selama 10 tahun untuk mendapatkan informasi mengenai jumlah wanita yang kemudian mengalami stroke. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa terdapat kasus sebanyak 1.680 yang mengalami stroke pada wanita yang tidak meminum kopi sama sekali atau meminum kopi kurang dari satu cangkir.

"Walaupun efek kesehatan dari kopi kecil, tetapi dapat memiliki konsekuensi yang besar bagi kesehatan masyarakat," ungkap Susanna Larsson ketua penelitian dari National Institute of Environmental Medicine di Karolinska Institute di Stockholm, Swedia.

Menurut hasil penelitian yang telah dilaporkan Stroke: journal of the American Heart Association, kopi yang termasuk minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat di dunia. Kandungan insulin didalamnya yang menyebabkan kopi dapat mengurangi resiko stroke.






















sumber
»»  READMORE...