Archives

gravatar

Honda Siap Rilis CBR 150R ke Indonesia

Jakarta - Niat Honda untuk 'menghujam' pasar motor Indonesia dengan sederet motor baru nampaknya memang sudah bulat. Pabrikan berlambang sayap tunggal mengepak itu kedapatan sedang mempersiapkan Honda CBR 150R.

Informasi itu di dapat dalam laman Kementrian Perindustrian dimana PT Astra Honda Motor (AHM) kedapatan sedang mengurus segala keperluan administrasi untuk mendatangkan motor sport berfairingnya ini ke dalam negeri.

Terlebih Presiden Director PT Astra Honda Motor Yusuke Hori juga mengatakan akan banyak motor baru yang akan dikeluarkan Honda. Setidaknya setiap bulan Honda akan mengeluarkan inovasi terbaru mereka.

Dan untuk Honda CBR150R kemungkinan baru pada semester ke-II 2011 motor ini akan sampai ke pertarungan roda dua nasional.

Honda CBR 150R dibekali mesin berkapasitas 150cc DOHC 4-katup transmisi 6-percepatan. Suhu mesin lebih dingin dengan berpendingin cairan dan kipas elektrik.

Selain itu, Honda juga membekali motor ini dengan sistem injeksi (PGM FI) untuk penyuplai minyak ke ruang bakar, sistem yang lebih hemat dibandingkan dengan karburator biasa. Honda mengklaim ini merupakan motor sport berfairing injeksi pertama di Thailand.

Untuk pengamanan, Honda yang meluncurkan CBR 150R di Thailand pada akhir 2010 ini mengaplikasi disc brake di kedua kaki motor ini yang kemudian dipadukan dengan 1 piston di setiap kalipernya.

Sementara untuk harga, Honda melepas CBR 150R dengan harga 75.900 baht atau sekitar Rp 22 jutaan. Bagaimana di RI?.
»»  READMORE...
gravatar

Obat-obatan yang Bisa Merusak Ginjal


Jakarta, Jika Anda sering merasa pusing, sakit kepala atau nyeri pinggang, sebaiknya jangan sembarangan minum obat-obatan yang bebas dijual di pasaran, karena beberapa jenis obat dapat merusak fungsi ginjal. Obat apa saja?

"Jangan sembarangan minum obat, apalagi kalau Anda orang yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit ginjal. Beberapa obat bersifat nefrotoksik atau mengganggu fungsi ginjal," jelas dr. Dharmeizar, SpPD-KGH dari Divisi Ginjal-Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, disela-sela acara Temu Media 'Pentingnya Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik' di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Senin (21/3/2011).

Berikut beberapa obat-obatan yang nefrotoksik alias merusak ginjal seperti disampaikan oleh dr. Dharmeizar, yaitu:


  1. Aminoglikosid
  2. AINS (Anti Inflamasi Non-Steroid)
  3. Zat kontras radiografi
  4. Analgetik (obat penghilang rasa sakit)
  5. Beberapa jamu pegal linu dan rematik
  6. Beberapa jamu pelangsing

"Obat-obatan analgetik atau pain killer punya efek langsung terhadap ginjal, yang menyebabkan kerusakan langsung. Jadi jangan sembarangan minum obat pain killer," jelas dr. Dharmeizar.

dr. Dharmeizar juga menjelaskan bahwa jangan sembarangan minum obat bila merasakan sakit kepala atau pusing, juga bila tidak perlu sebaiknya hindari minum vitamin berlebihan.

"Sakit kepala itu kan penyebabnya banyak, bisa sakit gigi, minus mata bertambah, jadi jangan sedikit-sedikit minum obat tapi dicari penyebabnya," jelasnya.

Dan mengenai vitamin, dr. Dharmeizar menjelaskan bahwa vitamin sebaiknya hanya diberikan kepada orang yang baru saja sembuh dari sakit atau karena kekebalan tubuhnya rendah.

"Kalau Anda makan 3 kali sehari dengan cukup karbohidrat, mineral, serat dan kandungan nutrisi lainnya, maka sebenarnya vitamin itu tidak perlu. Kandungan vitamin kan sudah ada di makanan," jelas dr. Dharmeizar.

Dan dr. Dharmeizar juga mengingatkan, banyak orang yang salah kaprah tentang obat yang diharus di minum seumur hidup oleh penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kolesterol. Menurutnya, obat-obat yang digunakan untuk seumur hidup malah aman karena tidak bersifat nefrotoksik alias tidak merusak ginjal.

"Banyak orang yang salah kaprah, banyak pasien hipertensi atau kolesterol tinggi yang takut minum obat karena takut obatnya dapat merusak ginjal. Padahal sebenarnya obat yang diberikan itu aman untuk ginjal, justru kalau mereka tidak minum itu yang merusak ginjal adalah hipertensinya itu sendiri," jelas dr. Dharmeizar.








sumber
»»  READMORE...
gravatar

Pria Hobi Selingkuh Rentan Kena Serangan Jantung


Florence, Italia, Penelitian menunjukkan hubungan seks yang dilakukan secara rutin bisa menyehatkan jantung. Namun bagi pria, syaratnya harus dilakukan dengan pasangan resmi sebab bercinta dengan selingkuhan justru akan meningkatkan risiko serangan jantung.

Sebuah penelitian di Italia menunjukkan, hubungan seks tidak lagi memberikan manfaat bagi jantung jika melibatkan unsur pengkhianatan. Bagi pria yang sudah beristri, risiko serangan jantung justru meningkat jika sering berhubungan seks dengan wanita lain.

"Kami mendapati bahwa sikap tidak setia merupakan faktor risiko untuk mengalami gangguan kardiovaskular ternmasuk serangan jantung di kemudian hari," ungkap Alessandra Fisher, peneliti dari Sexual Medicine and Andrology Unit di Florence, Italia.

Menurutnya, pria yang hobi selingkuh cenderung lebih banyak menampakkan gejala depresi dibanding pria lain yang kehidupan seksualnya baik-baik saja. Dalam penelitian tersebut, para pria mengaku berselingkuh karena rumah tangganya sudah tidak harmonis.

Kondisi ini memicu depresi yang ditandai dengan beberapa gejala. Dikutip dari The Star, Senin (21/3/2011), gejala yang teramati dalam penelitian itu antara lain obesitas, tekanan darah tinggi dan perubahan gaya hidup termasuk mengkonsumsi minuman keras dan lebih sering merokok.

Depresi yang disertai dengan gejala-gejala semacam itu jelas meningkatkan risiko serangan jantung. Meski tidak secara langsung dipicu oleh perselingkuhan, peningkatan risiko serangan jantung bisa memburuk jika hubungan terlarang itu menimbulkan konflik baru.

Penelitian yang dipublikasikan akhir tahun 2010 ini memang tidak menyebutkan berapa banyak pria yang terkena serangan jantung karena berselingkuh. Namun berbagai sumber tidak resmi di internet menyebut, 85 persen pria yang berselingkuh meninggal karena serangan jantung.
















sumber
»»  READMORE...
gravatar

kenapa minum soda Bikin Gemuk?


Jakarta, Banyak dokter dan kalangan medis mengingatkan bahwa minum minuman bersoda atau soft drink bisa menaikkan berat badan dan membuat orang gemuk. Mengapa demikian?

Minum soda sesekali saja memang tidak masalah, namun yang terjadi efek kecanduan pada soda membuat orang ketagihan meminumnya hingga akhirnya dampak buruk yang didapatkan. Orang yang sudah kecanduan hampir tiap hari minum soda bahkan sehari bisa beberapa kali.

Hal ini karena soda mengandung kadar gula yang tinggi. Gula membuat orang merasa baik karena secara instan memberi energi dan membuat tubuh melepaskan serotonin (neurotransmitter yang meningkatkan suasana hati sehingga membuat orang merasa bahagia). Itulah mengapa minum soda membuat orang kecanduan, seperti dilansir Healthmad, Sabtu (19/3/2011).

Jadi tidak heran jika kebanyakan penyuka soda akan mengalami kenaikan berat badan dan cenderung obesitas (kegemukan).

Peneliti di University of Texas menemukan bahwa soda meningkatkan risiko obesitas rata-rata 32,8 persen, sedangkan diet coke (soda bebas gula) justru meningkatkan risiko hingga 54,5. Maka soda bebas gula tak selalu sehat.

Sebagian besar minuman soda mengandung 250 kalori per 600 ml. Tak ada kandungan nutrisi atau mineral di dalamnya, melainkan hanya gula dan kafein.

Selain itu, minuman bersoda sendiri telah memainkan peran terhadap perkembangan hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dan hiperinsulemia (kadar insulin dalam darah melebihi jumlah normal).

Insulin ini dihasilkan oleh pankreas untuk membantu mengatur kadar gula darah. Kandungan gula yang tinggi dalam minuman soda mempengaruhi kadar insulin, sehingga orang yang suka minum soda juga memiliki risiko tinggi menderita diabetes tipe 2 (karena gaya hidup).

Tak hanya meningkatkan gula darah dan menyebabkan kegemukan, orang yang suka minum soda juga lebih berisiko mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang terutama saat usianya semakin bertambah tua. Meskipun hampir sebagian besar orang sudah tahu, tapi banyak yang belum menyadari. Mengonsumsi minuman soda bisa mempercepat datangnya suatu penyakit.

Kandungan asam fosfor dalam minuman soda yang menimbulkan sensasi kesegaran atau gelembung-gelembung udara ternyata dapat mengerogoti tulang. Jika minuman soda terus menerus dikonsumsi, maka semakin lama tulang akan makin rapuh dan berbentuk seperti pori-pori yang bolong-bolong.

Selain bisa membuat tulang menjadi rapuh, konsumsi minuman soda juga dapat melemahkan otot serta tulang. Hal ini berdasarkan dari hasil penelitian yang dilaporkan dalam International Journal of Clinical Practice.

Minuman soda yang dikonsumsi secara terus menerus juga bisa menimbulkan risiko kesehatan lain seperti merusak gigi akibat kandungan asam fosfor dan gula, memberikan efek dari kafein yang dikandung seperti insomnia, tekanan darah tinggi dan detak jantung yang tidak beraturan.

















smbr
»»  READMORE...
gravatar

Yang Seharusnya Diketahui Sebelum Menikah


Jakarta - Kehidupan pernikahan yang sudah dibayangkan, ternyata tak seindah kenyataannya. Hal tersebut dirasakan beberapa orang, mungkin termasuk Anda. Untuk yang akan menikah, berikut ini lima hal yang perlu diketahui agar tak menyesal kemudian, seperti dilansir Family Time.

1. Anda dan pasangan adalah orang-orang egois

Mungkin sulit bagi Anda menerima kenyataan di poin nomer satu, namun itulah yang terjadi. Saat sudah menikah, Anda akan terkaget-kaget betapa sebenarnya si dia bisa berubah egois atau sebaliknya. Lebih baik tunjukkan sifat egois yang kadang muncul itu sejak sebelum menikah dan komunikasikan dengan pasangan bagaimana mengatasi hal tersebut.

2. Tidak semuanya tentang Anda

Pernikahan bukan hanya untuk kebahagaiaan Anda. Bukan juga hanya karena kebutuhan Anda terpenuhi. Menikah adalah bagaimana Anda dan pasangan melayani satu sama lain. Menikah adalah bagaimana Anda dan si dia menjadi sebuah keluarga. Ketika memutuskan menjadi sepasang suami-istri, Anda dan pasangan berkomitmen untuk terus saling mencintai dan menyayangi dalam suka maupun duka. Terdengar klise, tapi memang begitulah adanya. Menerima keburukan dan kelebihan pasangan begitu juga sebaliknya. Harus ada kerjasama dan komunikasi yang baik untuk mewujudkan sebuah pernikahan bahagia.

3. Orang yang paling Anda cintai bisa jadi orang yang paling membuat sakit hati
Poin ketiga ini adalah risiko yang harus Anda terima saat sudah menikah. Tersakiti di sini bukan berarti Anda menerima saat dia melakukan KDRT. Maksud poin ketiga adalah, ketika seseorang yang Anda cintai melakukan sesuatu yang membuat Anda sedih, tentu hal itu membuat Anda sakit hati dan merana.

Jika hal itu terjadi, bukan berarti Anda tidak cocok dengannya. Komunikasikan dulu dan carilah solusi dari masalah yang terjadi.

4. Anda tidak bisa melakukannya sendiri

Sebuah pernikahan, tidak bisa dipertahankan sendiri. Harus ada kerjasama dengan pasangan untuk membuat pernikahan itu berhasil. Jika ternyata hanya satu orang saja yang berusaha, bersiaplah menghadapi keretakan rumah tangga.

5. Jangan berhenti menikmati kebersamaan berdua

Ketika belum menikah, Anda rutin pergi berduaan saja dengan pasangan. Saat sudah menjadi pasangan suami-istri, kebiasaan itu jarang dilakukan atau bahkan tidak ada sama sekali.

Tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk melakukan poin kelima ini. Anda bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja, seperti makan bersama, nonton film favorit, atau menikmati obrolan yang jadi rahasia Anda dan si dia. Nikmati semua hal kecil yang ada dalam hidup bersama si dia.


















»»  READMORE...