gravatar

waspadai penyakit kecanduan internet


Para pecandu Internet berasal dari berbagai kelompok pekerjaan, termasuk orang-orang yang berpendidikan tinggi seperti pengacara, tenaga medis, dan bahkan guru. Kebanyakan dari mereka tidak mau berhenti Tetapi wanita tetap merupakan kelompok minoritas penderita penyakit ini. Dua pertiga dari pemakai Internet dan penderita Internet Addiction Disorder (IAD) adalah kaum pria.
Dimana Kecanduan Dimulai?
Para ilmuwan dan para ahli medis menyepakati satu hal bahwa batas-batas, kapan seseorang dinyatakan sebagai pecandu Internet, tidak tetap dan tidak jelas untuk didefinisikan. Oleh karenanya dianjurkan agar hati-hati, jika hendak memvonis seseorang sebagai penderita ketergantungan Internet. Tetapi jika yang bersangkutan sendiri merasa tidak dapat lagi mengontrol keinginannya yang besar untuk memainkan Internet, dan jika usaha penghindaran secara jelas tidak mungkin lagi, maka dapat dikatakan dia sudah dikuasai oleh keinginannya.
Jumlah Jam Online Bukan Indikasi Ketergantungan Sejauh mana seseorang termasuk pecandu Internet? “Bukan berdasarkan jumlah jam yang digunakan seseorang untuk online.” kata Gabriele Farke, mengingat pekerjaan seorang petugas penerangan yang juga banyak berhubungan dengan Internet. Menurut pendapatnya, indikasi dari ketergantungan yaitu apabila seseorang mulai mengasingkan diri dari lingkungan sekitarnya. “Jika seseorang tidak lagi menghiraukan jadwal-jadwal rutinnya hanya karena dia mempunyai perasaan terlambat untuk online, dan jika yang ada di pikirannya hanyalah seputar Internet, itulah yang berbahaya.”
Penyembuhan IAD harus lebih pada penyebab, bukan hanya gejala-gejalanya.
Menurut Seemann, ahli terapi dari klinik Universitas München, bantuan kejiwaan harus diberikan pada fase permulaan ketergantungan, selain menyembuhkan gejala-gejalanya. Dan apa yang ia lihat dalam masyarakat modern adalah: Kehilangan akar-akar budaya dan hubungan dengan lingkungan sekitar dalam era globalisasi telah menimbulkan sebuah keinginan untuk pindah dari dunia nyata ke dalam dunia pelarian, sehingga keadaan jiwa jadi mengalami ketergantungan baru, baik ketergantungan pada obat-obatan, tablet atau bahkan ketergantungan pada Internet. Sering kali, usaha untuk menangani situasi yang sulit berubah menjadi kecenderungan psikis. “Oleh sebab itu, penderita ketergantungan tidak bersalah atas penyakit yang dideritanya, ia hanya tidak beruntung saja.” ujar Seemann. Tipnya: Jangan pernah memberikan reaksi keras atau penolakan karena akan membuat si penderita memiliki keinginan yang semakin kuat untuk mencari tempat pelarian. Perbanyak percakapan secara lisan dengan mereka. Tidak membiarkan mereka bebas berhubungan kembali dengan Internet. Jika ketergantungan terlihat masih dapat dikuasai, maka dianjurkan untuk menggunakan alat-alat bantu teknis, seperti sebuah penghitung iuran telepon dan program-program pengawas online yang banyak tersedia dalam bentuk freeware. Usaha lain (kadang terlihat sangat ekstrim) dalam menangani masalah ketergantungan ini adalah seperti yang dilakukan Olaf. D (28 Th). Ia memilih untuk menerapkan metode yang drastis. Selama lima Minggu ia memberikan PCnya kepada orang lain agar ia terhindar dari usaha percobaan yang akan ia lakukan sendiri. Dan selama tiga bulan ia memberlakukannya sebagai pantangan. Pada saat yang bersamaan ia pun berhenti merokok: “Tetapi bagi saya melepaskan diri dari PC jauh lebih berat.”

SYNDROM KETERGANTUNGAN INTERNET
Kenalilah Gejala-Gejalanya

1. Tuntutan atau dorongan yang kuat untuk online.
2. Usaha untuk mengurangi atau mengontrol pemakaian Internet tidak membawa hasil.
3. Reaksi penolakan dari dalam diri, jika Internet jarang atau tidak lagi digunakan.
4. Jika mendapatkan kesempatan untuk melampiaskan keinginan menggunakan Internet, maka dosisnya akan selalu bertambah.
5. Penggunaan Internet yang terus berlanjut, walaupun sudah diketahui dampak negatifnya. 

Jika ditemukan tiga atau lebih gejala-gejala tersebut dan hal itu sudah berlangsung sedikitnya selama sebulan, maka orang yang bersangkutan dianjurkan untuk mencari pertolongan profesional.










sumber